Agenda dan Dejavu

Guten morgen.

Pagi ini aku mau bikin cerita dan gambar. Cerpennya ada yang untuk lomba PECI, lomba Anak Cermat. Gambarnya untuk lomba Art and Look (?).

Kemudian aku mau lanjut ke Tetangga Misterius.

Untuk breaknya, aku mau baca wattpad punya Kak Ary Nilandari.

By the way, aku minta maaf tidur pagi lagi. Aku ngerasa agak nggreges karena semalam nggak pakai selimut (lagi), dan aku tahu cara menyembuhkannya hanya dengan tidur karena pagi tadi dingin banget. Jadi aku tidur.

Tadi malam aku mimpi aneh. Seperti dejavu, karena aku merasa pernah bermimpi soal itu di tempat lain. Aku bermimpi tentang seorang kakek yang bisa berubah menjadi bubuk (?). Terus aku bermimpi ada anak dan seorang wanita yang sedang duduk di pesawat (tapi aku baru sadar kenapa mereka duduk di pesawat terbuka), lalu anaknya jatuh. Wanitanya teriak, tapi aku punya firasat wanita ini bakalan mati walaupun tidak ada adegan dia mati.

Tiba-tiba di badan anaknya itu ada parasut. Tapi parasut itu hanya terbuka sedikit dan kemudian dia jatuh di belakang sebuah rumah yang berisi beberapa anak sebayanya. Mereka mendengar suara orang jatuh dan mengirim satu anak untuk mencari.

Entah mengapa, aku juga tidak tahu, di samping anak yang baru jatuh itu ada sebotol susu. Dia meminumnya dan kemudian cegukan. Karena suara cegukan itulah anak yang mencari itu tahu dimana dia.

Kalau aku menggambarkan ciri-ciri si anak yang jatuh, dia itu polos banget. Setiap teringatnya aku terpikir anak yang bermain di Home Alone, tapi jauh lebih polos. Dan bahkan setelah jatuh dari pesawat, dia tidak terluka sedikitpun.

"Halo, apakah ada artis keempat?" tanyanya polos pada si anak yang mencari.

"Artis keempat?"

"Iya, sebelum aku ada orang yang jatuh lagi," jujur, dia memang ngomong begini. Dan aku juga nggak tahu kenapa dia bilang artis keempat.

Setelah itu blank. Aku bangun.

Targetku hari ini adalah menulis sampai 10 halaman. Aku punya firasat kuat aku bakal nyelesaiin.

Komentar

Postingan Populer